RSS

FISIOLOGI HEWAN: Ritme Pernapasan

09 Mei

I. PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Secara sistematis sistem pernapasan dibagi menjadi saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah. Organ saluran pernapasan atas terletak di luar toraks, atau rongga dada, sementara saluran pernapasan bawah terletak hampir seluruhnya di dalam toraks .

Berdasarkan Anatomi dan Histologi Sistem Respirasi di bagi atas:

  1. Bagian Konduksi terdiri dari :
    – Hidung di lapisi oleh 2 mukosa yaitu Mukosa Respiratorius ( epitel bersilia ), dan Mukosa Olfaktoris ( ujung saraf bebas ).
    – Di kelilingi oleh Sinus Paranalis ( yang di lapisi oleh mucus respiratorius ). Contoh sinusnya yaitu Sinus Maxilaris, Sinus Prontalis, Sinus Ethmoldalis, Sinus Sphenoldalis
    – Perdarahaan Hidung di darahi oleh arteri:

    1. Arteri Sphenopalatina
    2. Arteri Maxilaris
    3. Cabang Arteri Facialis

– Persarafan Hidung Olfaktorius ( aferen viceral ), Maxillaris ( serabut sensoris ).

Manusia memiliki alat pernapasan utama berupa paru-paru dan dibantu alat-alat pernapasan lain berupa rongga hidung , farink, larink, dan trakea. Namun, pusat kontrol pernapasan terletak pada paru-paru yang berada dalam rongga dada, dibatasi oleh tulang rusuk dan otot dada, bagian bawah dibatasi oleh otot diafragma yang kuat. Paru-paru merupakan himpunan dari bronkiolus, saccus alveolaris, dan alveolus.

Bernapas adalah proses pengambilan udara pernafasan dari luar untuk dibawa masuk ke dalam paru-paru dan proses pengeluaran gas sisa ke udara bebas. Pada waktu bernapas, berlangsung kegiatan ekspirasi dan inspirasi sebanyak 15 samapi 18 kali. Oleh karena itu, berdasarkan otot yang berperan aktif  pada proses pernapasan, poernapasan pada manusia dapat dibedakan menjadi pernapasan perut dan pernapasan dada. Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan diotak, sedangkan aktivitas saraf pernapasan dirangsang oleh stimulus (rangsangan) dari karbon dioksida (CO2).

Pernafasan seseorang adalah sangat spesifik, oleh sebab itu dalam hal irama/ritme pernafasanpun akan berbeda-beda. Selain itu perbedaan ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Sehingga dalam praktikum ini, kita akan mengetahui kecepatan pernapasan dan faktor yang mempengaruhi pernapasan pada manusia.

B.  Rumusan Masalah

            Rumusan masalah pada praktikum ini adalah bagaimana mengetahui kecepatan pernapasan per menit dan faktor-faktor mempengaruhinya?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui  kecepatan pernapasan per menit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

 

 

II. TINJAUAN PUSTAKA

 

Secara fungsional, saluran pernafasan dapat dibagi dalam bagian penghantar (conducting portion), yang terdiri dari rongga-rongga dan pipa-pipa yang membawa udara dari luar tubuh ke semua bagian paru-paru, dan suatu bagian pernafasan (respiratory portion) yang terdiri dari bagian-bagian di dalam paru-pari di mana terjadi pertukaran gas natara udara dan darah. Secara anatomis, jalan lalu lintasnya terdiri dari bangunan-bangunan di luar paru-paru (hidung, nasofaring, larink, trakea, dan bronki utama) dan di dalam paru-paru (bronki kecil, bronkioli, bronkioli terminal). Tipa bronkiolus pernafasan bercabang menjadi suatu sistem saluran-saluran alveoler dan alveolus-alveolus di mana terjadi pertukaran gas (Bevelander, 1988: 299).

Pernafasan seseorang adalah sangat spesifik, oleh sebab itu dalam hal irama/ritme pernafasanpun akan berbeda-beda. Selain itu perbedaan ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal (Adi, 2006: 10).

Gerakan pernafasan merupakan suatu siklus dan dikontrol oleh pusat pernafasan dalam otak. Neuron inspirasi di dalam pusat ini mempunyai irama tetap dan aktif setiap bebrapa detik dan mengirimkan impuls saraf ke otot pernafasan setelah inaktif beberapa detik, kemudian diaktifkan kembali. Aktivitas neuron ini sudah cukup untuk pernafasan yang tenang, tetapi banyak faktor yang dapat mempengaruhi aktivitasnya. Yang terpenting adalah kadar karbondioksida dan kadar ion hidrogen dalam darah (Camroe, 1966: 175).

Daerah permukaan yang diberikan oleh alveolus cukup untuk memelihara kebutuhan gas dalam badan dalam keadaan istirahat maupun pada waktu bekerja. Walaupun demkian dalam keadaan tertentu, daerah pertukaran gas dari paru-paru yang benar-benar berkurang. Misalnya, infeksi oleh virus atau bakteri pada alveolus yang mengakibatkan radang paru-paru (pneumonia). Lalu terjadinya respirasi sel bervariasi dengan keadaan umum aktivitas badan. Bergeraknya badan dengan giat meningkatkan kebutuhan O2 untuk jaringan 20-25 kali. Kebutuhan O2 yang meningkat ini dipenuhi dengan meningkatkan laju dan dalamnya pernafasan (Kimball, 1983: 462).

Ventilasi paru-paru mamalia dilkukan dengan mengubah besarnya ruang toraks sehingga mengubah tekanan dalam paru-paru. Paru-paru memiliki gerakan dinding dada karena paru-paru itu terpisah dan sekaligus disatukan dengan dinding dada oleh daya adhesif dari lapisan cairan tipis yang terdapat di dalam rongga pleura. Selama pengambilan udara, inspirasi, yang normal dan tenang, toraks menjadi sedikit lebih besar, tekanan intrapulmoner turun sekitar 1 mm Hg di bawah tekanan atmosfir, dan udara mengalir ke dalam paru-paru sampai tekanan intrapulmoner sama dengan tekanan atmosfir (Villee, 1999: 174).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. METODE PRAKTIKUM

 

A.  Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 2  April 2011, pada pukul 13.00 WITA sampai  selesai. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Fisiologi  FMIPA Unhalu Kendari.

 

B.  Alat dan Bahan

a.  Alat

No

Nama Alat

Kegunaan

1.

Kantong plastik

Sebagai Penutup Kepala

2.

Stopwatch

Untuk menghitung waktu

 

b.  Bahan

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tidak ada.

 

C.  Prosedur kerja

1.  Menghitung frekuensi pernafasan per menit pada waktu sedang istirahat.

2.  Bernafas dengan cepat selama 1 menit. Setelah itu bernafas dengan normal. Menghitung frekuensi pernafasan.

3.   Menutup hidung dan mulut dengan menggunakan kantong plastik, lalu bernafas dengan udara pernafasan yang ada dalam kantong, melakukannya selama 2 menit dan menghitung frekuensi pernafasan.

 4.  Berdiri tegak, kemudian menekuk lutut sebanyak 30 kali dengan interval waktu 1 menit. Kemudian duduk dengan tenang dan bernafas denan normal. Menghitung frekuensi pernafasan.

5.   Mengulangi perlakuan di atas dengan setiap kali selesai melakukan kegiatan. Kemudian menarik nafas dengan panjang dan menahannya selama mungkin hingga harus bernafas lagi. Mencatat waktunya (dalam satuan detik).

      6.   Mengulangi perlakukan terakhir dengan menahan udara ekspirasi. Lalu mencatat 

            Waktunya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A.  Hasil Pengamatan

Tabel hasil pengamatan

Tabel 1.

 

 

No.

 

Nama Sampel

Perlakuan

 

Istirahat

 

Setelah bernapas cepat

 

Ditutup kantong plastik

Setelah Menekuk Lutut

1.

Taufik W

30

25

66

31

2.

Asriwanti

29

37

57

26

3.

Muhsimin

19

27

24

18

4.

Hasrah

24

28

32

56

 

Tabel 2. Perlakuan Setelah Inhalasi Maksimal

 

 

No.

 

Nama Sampel

Perlakuan

 

Istirahat

 

Setelah bernapas cepat

 

Ditutup kantong plastik

Setelah Menekuk Lutut

1.

Taufik W

63

96

55

60

2.

Asriwanti

28

32

20

61

3.

Muhsimin

28

20

28

40

4.

Hasrah

62

35

26

41

 

 

 

Tabel 3. Perlakuan Setelah Ekshalasi Maksimal

 

 

No.

 

Nama Sampel

Perlakuan

 

Istirahat

 

Setelah bernapas cepat

 

Ditutup kantong plastik

Setelah Menekuk Lutut

1.

Taufik W

44

34

73

38

2.

Asriwanti

31

37

32

55

3.

Muhsimin

17

17

34

17

4.

Hasrah

42

43

75

42

 

B.  Pembahasan

 Pernapasan Perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni  inspirasi, dimana pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk. Kemudian ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru. Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai tahap inspirasi dimana fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

Tahap ekspirasi dimana pada fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar. Mekanisme secara umum yaitu fase inspirasi dimana otot-otot interkostal berkontraksi akibatnya tulang rusuk terangkat. Kontraksi otot interkostal diikuti oleh kontraksi otot diafragma. Akibat kontraksi kedua otot ini, rongga dada menjadi membesar. Akibatnya udara masuk ke dalam paru-paru. Rongga dada yang bertambah besar menyebabkan tekanan udara di paru-paru menjadi kecil. Kemudian ekspirasi otot-otot interkostal berelaksasi akibatnya tulang rusuk turun. Relaksasi otot interkostal diikuti oleh berelaksasinya otot diafragma. Akibat relaksasi kedua otot ini, rongga dada menjadi menjadi mengecil. Akibatnya udara keluar dari dalam paru-paru ke lingkungan. Rongga dada yang mengecil menyebabkan tekanan udara di paru-paru menjadi besar. Pada manusia, efisiensi pertukaran hawa di dalam paru-paru meningkat disebabkan adanya diafragma. Diafragma adalah sekat berotot berbentuk kubah membagi rongga badan menjadi 2 bagian yaitu rongga perut (abdomen) dan rongga dada (toraks).

Berdasarkan otot yang berperan dalam proses pernapasan pada manusia, maka pernapasan dibagi menjadi 2 yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Yang berperan aktif pada pernapasan dada adalah otot antartulang rusuk luar  (interkostal eksternal) yang berperan dalam mengangkat tulang-tulang rusuk, dan otot antartulang rusuk dalam (interkosal internal) yang berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula. Sedangkan pada pernapasan perut, otot yang berperan aktif adalah otot diafragma dan otot dinding rongga perut.

Dari hasil pengamatan di atas menunjukkan bahwa frekuensi pernapasan pada laki-laki lebih tinggi daripada wanita. Hal ini disebabkan karena laki-laki lebih banyak bergerak sehingga energi yang dibutuhkan juga lebih banyak dibandingkan dengan wanita. Oleh sebab itu, kebutuhan O2 dan produksi CO2 pada pria lebih tinggi. Selain faktor jenis kelamin, ada juga beberapa faktor yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya pernapasan pada manusia yaitu umur, suhu tubuh, posisi tubuh, dan kegiatan tubuh.

Umur, semakin bertambah umur seseorang maka semakin rendah pula frekuensi pernapasannya. Suhu tubuh, semakin tinggi suhu tubuh maka semakin cepat pula frekuensi pernapasannya. Hal ini berhubungan dengan peningkatan proses metabolisme tubuh. Posisi tubuh merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap frekuensi pernapasan. Pada tubuh yang berdiri, otot-otot kaki akan berkontraksi sehingga diperlukan tenaga untuk menjaga tubuh tetap tegak berdiri . Untuk diperlukan banyak O2 dan diproduksi banyak CO2. Pada posisi tubuh berdiri, frekuensi pernapasannya meningkat. Orang yang banyak melakukan kegiatan memerlukan lebih banyak energi, dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan kegiatan (santai/tidur). Oleh karena itu, tubuh memerlukan lebih banyak oksigen untuk oksidasi biologi dan lebih banyak memproduksi zat sisa. Untuk menjalankan ini tubuh perlu meningkatkan frekuensi pernapasannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

V. PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik simpulan bahwa kecepatan pernapasan pada keadaan normal dan keadaan tidak normal berbeda antara satu sama lain. Pada keadaan normal, manusia mampu bernapas antara 15-18 kali setiap menitnya sedangkan pada keadaan tidak normal, manusia mampu bernapas antara 23-45 kali per menit. Perbedaan frekuensi pernapasan pada masing-masing individu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, suhu tubuh, posisi tubuh, serta kegiatan tubuh.

 

B.  Saran

Sebaiknya praktikum dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama sehingga praktikum dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Adi, Dwi Arinto. 2006. Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Jurusan Biologi FMIPA Unhalu. Kendari.

 

Bevelander, Gerrit & Judith A. Ramaley. 1988. Dasar-Dasar Histologi. Ed ke-8 Terjemahan Wisnu Gunarso. Erlangga. Jakarta.

 

Camroe, I.H. 1966. Anatomi Dan Fisiologi Paru-Paru. University Press. New York.

 

Kimball, John W. 1983. Biologi. Jilid 2. Ed ke-5. Terjemahan Siti Soetarmi Tjitrosomo & Nawangsari sugiri. Erlangga. Jakarta.

 

Villee, Claude A., dkk. 1999. Zoologi Umum. Jilid I. Ed ke-6. Terjemahan Nawangsari sugiri. Erlangga. Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

RITME PERNAPASAN

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH :

NAMA                             : ARMADI CHAIRUNNAS

NO. STAMBUK                         : F1 D1 08 020

PROGRAM STUDI       : BIOLOGI

JURUSAN                       : BIOLOGI

KELOMPOK                  : III (TIGA)

 

 

 

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALUOLEO

KENDARI

2011

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2012 in Kumpulan Laporan Biologi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: