RSS

FISIOLOGI HEWAN: Laju Metabolisme Basal

09 Mei

PRAKTIKUM II

LAJU METABOLISME BASAL

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH :

NAMA                             : ARMADI CHAIRUNNAS

NO. STAMBUK                         : F1 D1 08 020

PROGRAM STUDI       : BIOLOGI

JURUSAN                       : BIOLOGI

KELOMPOK                  : III (TIGA)

 

 

 

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALUOLEO

KENDARI

2011

I. PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh. Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas, tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu inti tubuh telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu, yang disebut titik tetap (set point).

Manusia dalam melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tentu menghasilkan sampah atau limbah. Sampah atau limbah ini merupakan sisa yang harus dibuang agar tidak mengganggu. Misalnya sampah yang dihasilkan dari memasak, limbah pabrik, ataupun limbah rumah sakit. Demikian pula yang terjadi pada mahluk hidup. Semua mahluk hidup juga mengeluarkan limbah. Mulai hewan bersel satu, seperti amoeba sampai hewan tingkat tinggi, bahkan manusia. Dalam proses pengeluaran limbah pada mahluk hidup memerlukan sebuah sistem yang disebut sistem ekskresi. Ekskresi adalah suatu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme sel yang sudah rusak tidak digunakan oleh tubuh dan dikeluarkan bersama urine, keringat, atau udara pernapasan. Zat ekskresi utama terdiri dari karbon dioksida, air, dan senyawa nitrogen. Sementara itu, zat ekskresi yang berupa senyawa nitrogen ada tiga macam, yaitu amonia, sam urat, dan urea. Amonia merupakn zat yang sangat beracun dan larut dalam air. Urea adalah zat yang mudah larut dan tidak begitu beracun. Zat sisa yang mengandung senyawa nitrogen harus segera dikeluarkan dari dalam tubuh karena bersifat beracun.

B.  Rumusan Masalah

Bagaimana mementukan laju metabolisme basal secara teoritis

C.  Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan laju metabolisme basal secara teoritis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II. TINJAUAN PUSTAKA

 

Hubungan antara tinggi badan, Berat badan dan luas permukaan tubuh disusun dalam tabel yang dikenal dengan charta permukaan tubuh Dubois (Dubois body suface chart). Dalam tubuh, tingkat laju kehilanagn panas tubuh seimbang dengan jumlah panas yang diproduksi dalam rangka mempertahankan temperatur tubuh normal. Umur dan jenis kelamin berpengaruh terhadap laju kehilangna panas tubuh. Belum ditemukan penjelasan yang detail tentang perbedaan laju dalam kedua jenis kelamin (Adi, 2006: 7).

Sumber utama panas hewan. Hewan endoterm adalahg mebolisme yang terjadi dalam organ-organ interna mereka. Pada organ yang sedang istirahat lebih dari 2/3, panas dibentuk oleh alat-alat dari rongga dada dan rongga perut dan oleh otak (yang mengembang 16% dari panas total kira-kira sama dengan otot-otot kerangka kita bila dalam keadaan  istirahat). Ini berhubungan dengan hewan berdarah panas dan berdarah dingin (Kimball, 1983: 533).

Permukaan tubuh merupakan bagian tubuh utama yang berhubungan dengan kehilangan panas. Bagian ini bervariasi dan berhubungn dengan tinggi badan dan berat badan secara individual. Hubungan antara tinggi badan, Berat badan dan luas permukaan tubuh disusun dalam tabel yang dikenal dengan charta permukaan tubuh Dubois (Dubois body suface chart). Dalam tubuh, tingkat laju kehilanagn panas tubuh seimbang dengan jumlah panas yang diproduksi dalam rangka mempertahankan temperatur tubuh normal. Umur dan jenis kelamin berpengaruh terhadap laju kehilangna panas tubuh. Belum ditemukan penjelasan yang detail tentang perbedaan laju dalam kedua jenis kelamin (Adi, 2006: 7).

Kulit berfungsi sebagai pelindung terhadap kerusakan-kerusakan fisik karena gesekan, penyinaran, kuman-kuman, panas, zat kimia dan lain-lain. Selain itu kulit juga berfungsi mengurangi kehilangan air, mengatur suhu badan, rangsangan dari luar dan ekskresi. Di bawah lapisan ini berupa dermis yang mengandung akar rambut, kelenjar, pembuluh darah dan saraf. Di bawah dermis terdapat lapisan lemak yang bertugas menghalang –halangi pengaruh perubahan suhu di luar tubuh (Pratignjo, 1984: 270).

Pada umumnya hewan lebih aktif, walaupun dalam keadaan istirahat, mempunyai yang lebih tinggi. Panas yang dihasilkan dalam metabolisme sel, akhirnya dikeluarkan melaui permukaan tubuh, tetapi laju hilangnya panas ini tergantung pada jenis hewan. Kebanyakan hewan adalah ektotermik; laju hilangnya panas hewan itu begitu tinggi dan laju produksi panas begitu rendah, sehingga suhu tubuh ditentukan oleh suhu lingkungan dan bukan oleh metabolisme interna. Suhu tubuh hewan sepertiitu berfluktuasin dengan suhu lingkungan; hewan tersebut dikatakan poikilotermik. Ektotermik dan poikilotermik sebenarnya merupakan cara yang berbeda untuk mengutarakan keadaan yang sama dan kedua istilah itu dapat dipergunakan secara sinonim (Ville, 1999: 158).

Lavoisier menggunakan suatu kalori-meter es untuk mengukur produksi panas tubuh yang dihasilkan oleh seekor marmot. Alat ini terdiri dari suatu ruang untuk marmot, yang diselimuti oleh ruangan lain yang terisi dengan es. Jumlah panas yang dihasilkan ditentukan dengan cara tak langsung dengan mengukur banyaknya es yang mencair selama periode tertentu. Metabolisme 1 gr lemak menghasilkan 9,3 kalori panas kira-kira sama banyak dengan yang dihasilkan oleh pembakaran 1 gr lemak di luar tubuh. 1 gr karbohidrat menghasilkan kira-kira 4,1 kalori bila dibakar di luar ataupun di dalam tubuh. Sedangkan protein apabila dibakar di luar tubuh menghasilkan 5,3 kalori, sedangkan pembakaran di dalam tubuh menghasilkan 4,1 kalori. Perbedaan produksi panas protein ini disebabkan oleh terjadinya ekskresi sisa-sisa nitrogen dan metabolisme protein. Perbedaan ini praktis hilang apabila sejumlah ekivalen panas dan urine dan feses ditambahkan pada angka metabolik dari protein itu (Frandson, 1992: 645).

Kecepatan metabolisme basal adalah sistem atau istilah untuk menunjukkan jumlah keseluruhan aktivitas metabolisme dengan dalam keadaan istirahat fisik dan mental. Dalam keadaan ini diperlukan oksigen paling sedikit karena jaringan sedang dalam bekerja paling lambat sehingga akan menghasilkan jumlah yang sedikit (pearce, 1999: 226).

 

 

 

 

 

 

 

III. METODE PRAKTIKUM

 

A.  Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 Maret 2011, pada pukul 13.30 WITA hingga selesai. Bertempat di Laboratorium Fisiologi FMIPA Unhalu, Kendari.

B.  Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

1. Alat

Tabel 1. Alat dan kegunaan pada praktikum laju metabolisme basal.

NO Nama Alat Kegunaan
1. Alat tulis Untuk menulis hasil pengamatan

 

2. Bahan

 

Tabel 2. Bahan dan kegunaan pada praktikum laju metabolisme basal.

 

NO Nama Bahan Kegunaan
1.

 

2.

Meteran

 

Timbangan berat badan

Untuk mengukur tinggi badan

 

Untuk menimbang berat badan

 

 

 

 

 

 

 

C.  Prosedur Kerja

1.   Mencatat tinggi badan, berat badan dan jenis kelamin maing-masing individu.

2.   Menentukan luas permukaan tubuh dengan menggunakan Dubois Body Surface Chart.

3.   Menentukan laju metabolisme basal dalam menit, jam dan hari dengan menggunakan tabel, menghitung kehilangan panas berdasarkan umur dan jenis kelamin dalam kalori per menit, lalu mengalikan dengan luas permukaan tubuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A. Hasil Pengamatan

No

Nama

Jenis kelamin

Berat badan (Kg)

Tinggi badan (cm)

1.

Boi Herman Laki-laki

51

163

2.

Irjum B Laki-laki

45

165

3.

Nur Arsi Perempuan

69

          150

4.

Asniati Sirza Perempuan

43

144

 

 

B. Pembahasan

Laju metabolisme basal (bahasa Inggris: basal metabolic rate, BMR) dikembangkan sebagai perbandingan antara kecepatan metabolisme dengan, awalnya, sebuah konteks klinis untuk menentukan status tiroid, seperti diketahui, beberapa analog hormon tiroid, seperti tiroksin, tri-iodotironina dan asam di-iodotiropropionat menginduksi angiogenesis di dalam sel dan mengirimkan sinyal yang disekresi sebagai faktor pertumbuhan fibroblas basal. Meski terdapat perbandingan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu perbandingan alometrik antara berat tubuh dan kecepatan metabolisme makhluk hidup.

Teori pemacu membran (bahasa Inggris: pacemaker membrane theory) mengatakan bahwa komposisi asam lemak pada membran ganda fosfolipid adalah salah satu penentu BMR yang sangat penting. Teori ini tercetus setelah ditemukan tingginya rasio asam dokosaheksaenoat pada gugus asil membran ganda fosfolipid yang memicu tingginya aktivitas metabolik pada membran sel.

Sekresi dan produksi hormon tiroid pada mamalia berhubungan dengan berat tubuh, walaupun angka-angka yang menunjukkan relasi kedua belum ditetapkan. Seiring dengan peningkatan berat badan dan penurunan rasio BMR:berat, poliunsaturasi membran akan menurun sedangkan monounsaturasi membran akan meningkat. Sel dengan komposisi membran mengandung asam lemak poli-takjenuh (PUFA) ditengarai berumur lebih pendek,[4] dan lebih responsif terhadap stimulasi sekitar, dibandingkan dengan kandungan asam lemak jenuh (SFA) dan asam lemak mono-takjenuh (MUFA).

Pada tahun 1961, Max Kleiber menemukan bahwa hubungan antara siklus energi BMR dengan aktivitas pada membran, terutama pada potensial elektrokimiawi, seperti gradien Na+ pada membran plasma, dan gradien H+ pada membran mitokondria sisi dalam. Beliau lebih lanjut menjabarkan bahwa variasi berat tubuh tidak hanya bergantung pada komposisi membran, tetapi bergantung pada variasi antara komposisi dan aktivitas membran, yang juga memberikan pengaruh terhadap proses penuaan dan rentang hidup suatu makhluk.

Saat ini telah diketahui bahwa hormon tiroid, khususnya tri-iodotironina, akan mempercepat laju reaksi oksidasi suksinat, glutamat, β-hidroksibutirat, dan meningkatkan penyerapan ADP dan O2 ke dalam mitokondria, sehingga secara tidak langsung akan mempercepat lintasan siklus asam sitrat dan fosforilasi oksidatif. BMR lantas ditentukan sebagai kopling antara reaksi fosforilasi dan respirasi.

Laju metabolisme basal merupakan istilah yang digunakan untuk menentukan jumlah keseluruhan aktivitas metabolisme dimana tubuh dalam keadaan istirahat baik secara fisik maupun mental.

Dalam praktikum kali ini dapat dilihat bahwa laju metabolisme basal sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, berat badan dan tinggi badan. Dimana dalam tubuh tingkat laju kehilanagan panas  seimbang dengan jumlah panas yang diproduksi dalam rangga mempertahankan temperatur tubuh normal.

Pada pengamatan ini, dapat dilihat bahwa laju metabolisme pada wanita sangat berbeda dengan laju metabolisme pada laki-laki. Hal ini disebabkan bahwa kehilangan panas tubuh berhubungan dengan tinggi badan dan berat badan seseorang. Dalam keadaan normal, semakin tinggi seseorang maka semakin besar pula berat badannya sehingga luas permukaan tubuhnya pun akan semakin besar pula dan sebaliknya. Oleh karena itu dibutuhkan energi yang besar untuk mengimbanginya. Hal ini dikarenakan energi yang dipakai dalam kegiatan akan menghasilkan panas tubuh yang dapat atau dipakai untuk mengimbangi panas tubuh yang hilang.

Fenomena di atas berlaku pula pada hewan, dimana laju metabolik hewan kecil lebih besar daripada hewan besar. Hal ini disebabkan harus diproduksinya lebih banyak panas yang lebih besar karena relatif lebih luasnya permukaan tubuh terhadap volume tubuh pada hewan kecil. Jika menggunakan skala logaritmik, maka suatu hubungan ekivalen akan mempunyai kemiringan 1,0; yaitu suatu peningkatan pada yang satu akan menagkibatkan peningkatan ekivalen pada yang lain. Jika peningkatan laju metabolisme pada mamalia kecil hubungannya dengan hilangnya panas hanya sekdar karena peningkatan luas permukaan, maka kemiringan itu akan sejajar dengan kemiringan untuk hubungan permukaan dengan volume. Tetapi jelas bahwa luas permukaan yang tersedia untuk penghilangan panas, bukan hanya merupakan satu-satunya faktor. Kenyataan daya yang dihasilkan oleh otot hewan kecil adalah lebih besar daripada hewan besar.

Pada dasarnya laki-laki memiliki laju metanbolisme yang lebih besar dibandingkan dengan wanita karena laki-laki cenderung lebih aktif beraktivitas sehingga membutuhkan lebih banyak energi. Dengan akivitas yang banyak ini, maka hasil ekskresi yang dikeluarkan pun lebih banyak daripada wanita sehingga energi yang diproduksipun harus lebih banyak pula untuk menyeimbangkan energi antara yang dipakai dan yang dikeluarkan dengan energi yang dihasilkan di dalam tubuh. Demikian halnya dengan umur seseorang, dimana semakin bertambah tua umur seseorang maka semakin berkurang pula laju metabolisme basal yang dihasilkan selama hidupnya. Hal ini disebabkan oleh melambatnya proses-proses atau aktivitas biologis dan kimiawi dalam tubuhnya sehingga energi yang dihasilkan pula cenderung sedikit. Disamping itu pula, aktivitas sel pada umur yang lebih tua cenderung lebih lambat dibandingkan dengan umur yang relatif muda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, maka dapat ditarik simpulan bahwa besar kecilnya laju metabolisme basal tergantung pada jenis kelamin, umur, tinggi badan, serta berat badan. Dimana semakin tinggi tubuh seseorang maka semakin besar pula berat badan serta semakin lebar permukaan tubuhnya sehingga berpeluang untuk kehilangan panas tubuh yang lebih besar dan sebaliknya. Oleh karena itu dibutuhkan energi yang lebih besar pula untuk menyeimbangkan kehilangan panas.

B. Saran

Adapun saran yang dapat saya ajukan adalah semoga praktikum selanjutnya lebih baik lagi dari praktikum kali ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Adi, Dwi Arinto. 2006. Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Jurusan Biologi FMIPA Unhalu. Kendari.

 

Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Hewan Ternak. Ed ke-4. Terjemahan B. Srigandono & Koen Praseno. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

 

Kimball, John W. 1983. Biologi. Jilid 2. Ed ke-5. Terjemahan Siti Soetarmi Tjitrosomo & Nawangsari sugiri. Erlangga. Jakarta.

 

Pearce, Evelyn C. 1999. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. Terjemahan Sri Yuliani Handoyo. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

 

Pratignjo. 1984. Biolo*gi 1. Depdikbud. Jakarta.

 

Villee, Claude A., dkk. 1999. Zoologi Umum. Jilid I. Ed ke-6. Terjemahan Nawangsari sugiri. Erlangga. Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2012 in Kumpulan Laporan Biologi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: