RSS

FISIOLOGI HEWAN: Gerak Refleks

09 Mei

I. PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

 

Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah ujung-ujung saraf penerima rangsangan. Reseptor terdapat pada alat indra. Efektor adalah sel saraf yang mengirimkan tanggapan atas rangsangan. Rangsangan (impuls) menyebabkan terjadinya perubahan dalam tubuh atau bagian tubuh. Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh. Indra penerimanya disebut reseptor luar (eksteroseptor). Rangsangan dari dalam tubuh sendiri dapat berupa rasa lapar. Indra penerimanya disebut reseptor dalam (interoseptor).

Dalam melaksanakan fungsinya, jaringan saraf mampu menerima rangsang dari lingkungannya, mengubah rangsang tersebut menjadi impuls. Meneruskan impuls tersebut menuju pusat dan akhirnya pusat akan memberikan jawaban atas rangsang tersebut. Rangkaian kegiatan tersebut dapat terselenggara oleh karena bentuk sel saraf yang khas yaitu mempunyai tonjolan yang panjang dan bercabang-cabang.

Gerak refleks adalah gerak spontan yang tidak melibatkan kerja otak. Gerak ini dilakukan tanpa kesadaran. Gerak ini berguna untuk mengatasi kejadian yang tiba-tiba. Refleks sebenarnya merupaka gerak respons dalam usaha mengelak dari suatu rangsang yang dapat membahayakan atau mencelakakan. Gerak refleks berlangsung dengan cepat sehingga tidak disadari oleh pelaku yng bersangkutan.

 

 

 

 

B.  Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah  dari praktikum ini adalah bagaimana jenis refleks pada manusia ?

 

C.  Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk berbagai jenis refleks pada manusia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II. TINJAUAN PUSTAKA

 

Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut.. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera. Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh (eksternal) misalnya suara, cahaya, bau, panas, dingin, manis, pahit dan sebagainya. Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh disebut juga rangsangan internal, misalnya rasa haus, lapar, dan nyeri (Administrator, 2009)

Gerak refleks ialah gerakan pintas ke sumsum tulang belakang. Ciri refleks adalah respon yang terjadi berlangsung dengan cepat dan tidak disadari. Sedangkan lengkung refleks adalah lintasan terpendek gerak refleks.
Neuron konektor merupakan penghubaung antara neuron sensorik dan neuron motorik. Jika neuron konektor berada di otak,maka refleksnya disebut refleks otak. Jika terletak di susmsum tulang belakang, maka refleksnya disebut refleks tulang belakang. Gerakan pupil mata yang menyempit dan melebar karena terkena rangsangan cahaya merupakan contoh refleks otak. Sedangkan gerak lutut yang tidak disengaja merupakan gerak sumsum tulang belakang.(Idel,antoni.2000:210-215)
         Akson dari kebanyakan hewan mamalia umumnya relatif kecil, untuk itu didalam percobaan digunakan akson raksasa yang terdapat pada hewan invertebrat seperti cumi-cumi dan lain-lain.
Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan , diperlukan satu mikroelektroda yang dapat ditusukkan kedalam akson tanpa menimbulkan kerusakan pada kason tersebut. (Kartolo,wulangi.S.1993:208-212)
Apabila rangsangan yang diberi cukup kuat, arus lokal yang timbul pada membran yang terdepolarisasi akan merangsang membran disebelahnya yang masih dalam keadaan istirahat, sehingga sebagian membran tersebut akan ikut terdepolarisasi. Peristiwa ini menunjukkan penjalaran impuls.Depolarisasi adalah nilai potensial aksi yang terjadi akibat adanya rangsangan.(Isnaeni,wiwid.2006:61-71)

Berbeda dengan tonjolan yang dinamakan dendrit, maka akan merupakan tonjolan yang hanya terdapat sebuah dan berfungsi merambatkan impuls yang meninggalakan badan sel. Bahkan salah satu jenis sel saraf dalam retina yang disebut sel amaksin tidak memiliki axon sama sekali. Axon berpangkal pada badan sel sebagai suatu bukit kecil yang dinamakan axon hillocle. Di dalam daerah ini tidak terdapat substansi nissl karena di daerah ini banyak nerofibril yang akan meninggalkan badan sel. Selain berkemampuan utama dalam merambatkan impuls, sejenis sel saraf berkemampuan bersekresi seperti halnya sel kelejar endokrin. Sel saraf demikian dimasukkan dalam kategori neroendokrin yang sekaligus menjadi penghubung antara sistem saraf dan sistem endokrin (Subowo, 2002: 165).

Sebuah sinapsis neuromuskular terdiri dari sebuah ujung saraf motor prasinapsis menutupi daerah pascasinaps (postsynaptic sole plate) sebuah serabut otot pada ujung terminal sebuah cabang telodendron, sebuah ujung saraf motor terbentuk oleh pertumbuhan cabang pendek dalam daerah terbatas. Tiap cabang ujung saraf terssisip dalam daerha celah neuromuskular 40 sampai 50 nm. Neuron eferen somatik menginervasi otot kerangka. Gap sebagai unit mptor karena serabut otot yang diinervasi berkontraksi sebagai unit bila neuron dirangsang. Unit motor dapat terdiri dari satu sampai beberapa ratus serabut otot. Unit motor yang besar mendapat inervasi neuron besar dan berkaitan dengan otot besar. Sebuah serabut otot secara individu tergolong pada satu unit motor dan menerima masukan sinaps di bagian tengah (Dellmann, 1992: 198-199).

Terbentuk di dalam lingkaran jaringan saraf tulang punggung terdapat sejumlah respon stereotip yang disebut refleks. Refleks yang paling terkenal adalah refleks regang monosinapsis atau refleks sentakan lutut (kneejerk refleks) yang dapat dikeluarkan bila suatu urat ditepuk, yang menyebabkan regangan otot mendadak. Akibatnya berupa refleks kontraksi otot untuk mengembalikan panjangnya yang normla. Sambungan neuron yang diperlukan untuk refleks ini terdiri atas kelompok neuron sensorik yang masuk, yang membawa berita bahwa otot-ototnya telah diregangkan, dan sekumpulan neuron motoris yang mengendalikan kontraksi sel-sel otot (Bevelander, 1988: 134).

Suatu refleks adalah suatu respon automatis yang sederhana terhadap suatu rangsangan yang hanya melibatkan beberapa neuron, yang semuanya dihubungkan dengan tingkat umum yang sama dalam sistem saraf pusat. Refleks yang ada pada waktu lahir dan lazim bagi manusia disebut refleks turunan. Refleks lain yang diperoleh karena pengalaman disebut refleks bersyarat. Kebutuhan anatomis minimum untuk perilaku refleks adalah neuron sensori dengan reseptor untuk menerima rangsangan, yang dihubungkan oleh nsinapsis ke neuron motor yang dilekatkan pada suatu otot atau efektor lain, sperti refleks regang ekstensor. Sejumlah refleks melibatkan hubungan antara banyak interneuron dalam sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang tidak hanya berfungsi dalam menyalurkan impuls dari dan ke otak (Villee, 1999: 244-245).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. METODE PRAKTIKUM

 

A.  Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari sabtu, 16 April 2011, pukul 13.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Fisiologi FMIPA Unhalu, Kendari.

B.  Alat dan Bahan

1.  Alat

No

Alat

Fungsi

1.

 

2.

 

3.

Pemukul

 

Pensil

 

Alat tulis menulis

Untuk memukul bagian yang peka terhadap rangsang yakni pada ligamentum.

Sebagai objek yang diamati pada saat refleks akomodasi mata

Untuk mencatat hasil pengamatan

 

2.  Bahan

No

Bahan

Fungsi

1.

2.

Individu

Tissu

Sebagai objek yang diteliti.

Sebagai bahan yang digunakan untuk mengamati refleks superficials

 

C.  Prosedur Kerja

1.  Reflek tendon miotatik (reflek patella)

a.  Pelaku duduk di atas meja dengan kaki terjuntai bebas. Lalu memukul  ligamentum patelaris di atas meja.

b.   Mengalihkan perhatian pelaku pada obyek tertentu, kemudian memukul ligamentum patellarisnya.

 

2.   Reflek organik

      a.   Reflek fato-pupil

J  Pelaku menghadap ke sumber cahaya dengan mata tertutup selama ± 2 menit.

J  Segera setelah membuka, lalu mengamati perubahan yang terjadi pada ukuran pupil mata. Mengamati selama beberapa detik.

  1. Reflek akomodasi pupil

J  Pelaku mengamati suatu obyek yang jauh (± 20 meter) pada keadaan cahaya cukup terang, Memperhatikan pupilnya, kemudian secara tiba-tiba meminta pelaku melihat objek (misal pensil) dengan jarak dekat (± 20 cm) dari mata. Mengamati perubahan pupilnya.

  1. Reflek ciliospinal

J  Mencubit kulit pada tengkuk, mengamati perubahan pada pupil matanya.

  1. Reflek konvergensi

J  Meminta pelaku melihat obyek yang jauh. Mengamati posisi pupilnya, kemudian meminta pelaku melihat objek yang dekat. Mengamati posisi pupilnya.

  1. Reflek menelan

J  Menelan ludah, kemudian menelan lagi, menelan lagi terus dengan cepat. Membandingkan dengan jika menelan air minum secara terus menerus saat anda minum.

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Pembahasan

 

Tubuh manusia dilengkapi dengan dua perangkat pengatur seluruh kegiatan tubuh.  Kedua perangkat ini merupakan sistem koordinasi yang terdiri dari sistem saraf dan sistem hormon.  Perbedaan keduanya adalah sistem saraf bekerja dengan cepat untuk menanggapi adanya perubahan lingkungan yang merangsangnya dan pengaturannya dilakukan oleh benang-benang saraf, sedangkan sistem hormon bekerja jatuh lebih lambat, tetapi lebih teratur dan berurutan dalam jangka waktu yang lama.

Semua penyebab terjadinya perubahan dalam tubuh atau bagian tubuh disebut rangsang.  Adapun alat yang mampu menerima rangsang dinamakan indera (reseptor).  Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh, misalnya berupa bau, rasa pahit-manis, sentuhan, cahaya, suhu, tekanan ataupun gaya berat.  Indera yang mampu menerimanya disebut reseptor luar (ekstraseptor).  Rangsangan dari dalam tubuh sendiri dapat berupa, antara lain, rasa lapar, kenyang, nyeri, dan kelelahan.  Indera penerimanya disebut reseptor dalam (intraseptor).  Rangsangan yang diterima oleh reseptor akan dihantarkan ke sistem saraf pusat oleh neuron sensori dan tanggapan akan disampaikan oleh neuron motor ke efektor, misalnya otot dan kelenjar.

Berdasarkan hasil pengamatan, dimana praktikum ini dilakukan untuk mengetahui berbagai jenis refleks pada manusia, yaitu terdiri dari refleks tendon miotatik (refleks patella), refleks superficialis, dan refleks organik yang terdiri dari refleks fato-pupil, refleks akomodasi pupil, refleks ciliospinal, refleks konvergensi, serta refleks menelan.  Pada pengamatan terhadap refleks tendon miotatik atau biasa disebut refleks patella, dimana tanpa disadari oleh volunter pada bagian tendon lututnya (ligamentum patelaris) dipukul dengan pemukul, hasil yang diperoleh yaitu lutut (kaki) menendang/bergerak dengan sendirinya tanpa disadari oleh volunter.  Gerak refleks ini merupakan salah satu jenis lung refleks yang paling sederhana yang disebut monosinaptik, karena hanya terdapat satu sinaps antara neuron sensori dan neuron motor.  Bergeraknya kaki secara tiba-tiba disebabkan karena pada saat tendon lutut dipukul, dan karena itu teregang, maka reseptor dalam tendon tersebut dirangsang; suatu impuls menjalar melewati lung refleks ke sumsum tulang belakang lalu kembali lagi; maka otot yang terpaut pada tendon tersebut berkontraksi yang mengakibatkan menjulurnya kaki secara tiba-tiba (villee, 1999).

Pengamatan kedua yaitu pengamatan terhadap refleks superficialis atau biasa disebut refleks kornea, dimana kornea mata disentuh dengan ujung tissue, sehingga menyebabkan mata berkedip dengan cepat dan bola mata terasa perih.  Hal ini disebabkan karena kornea merupakan bagian mata yang sangat sensitif sehingga sangat peka terhadap rangsangan yang terjadi, dan tanpa diolah oleh otak kedipan mata ini terjadi dengan sendirinya.

Pengamatan refleks ketiga yaitu refleks organik yang terdiri dari refleks fato-pupil, refleks akomodasi pupil, refleks ciliospinalis, refleks konvergensi dan refleks menelan.  Pada refleks fato-pupil, dimana pelaku menutup mata setelah berhadapan kesumber cahaya, hasil yang diperoleh yaitu pupil mata menjadi mengecil setelah mata dibuka.  Hal ini dikarenakan karena iris merupakan suatu bagian mata yang mengendalikan pupil dan tempat pengaturan jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.  Pada iris terdiri atas dua perangkat serabut otot, seperangkat yang terletak sirkuler berkontraksi untuk mengecilkan pupil, dan yang terletak radial untuk membesarkan.  Respon otot-otot ini terhadap perubahan intensitas cahaya tidak segera tetapi memerlukan waktu untuk menyesuaikan dengan tempat yang remang-remang atau dengan cahaya matahari yang terang benderang, hal inilah yang merupakan alasan mengapa mata perlu ditutup dahulu setelah berhadapan dengan sumber cahaya sebelum pengamatan pupil dilakukan.  Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa mengecilnya pupil dikarenakan berkontraksinya serabut otot yang terletak sirkuler.

Pada pengamatan refleks akomodasi pupil, dimana saat melihat obyek yang jauh pupil menjadi mengecil sedangkan pada saat mengamati obyek yang dekat, pupil mata menjadi membesar.  Hal ini terjadi karena ketika melihat obyek yang jauh otot siliaris berelaksasi sehingga lensa menjadi memipih, sedangkan saat melihat obyek yang dekat, otot siliaris berkontraksi sehingga lensa mata menjadi menebal.  Selain itu, saat melihat obyek yang jauh cahaya akan lebih banyak masuk ke dalam pupil, sehingga pupil akan mengatur cahaya tersebut dan adanya kontraksinya serabut otot yang terletak sirkuler sehingga pupil mata mengecil.  Pupil berubah membesar juga disebabkan karena saat melihat obyek yang dekat cahaya yang masuk ke dalam pupil sangat sedikit sehingga pupil membesar untuk memenuhi kebutuhan cahaya dan berkontraksinya serabut otot yang terletak radial pada pupil.

Pada refleks ciliospinal, dimana bila tengkuk dicubit maka pupil mata akan mengecil.  Pupil mata mengecil disebabkan karena pada bagian tengkuk terdapat urat-urat saraf sumsum tulang belakang yang merupakan bagian penting dari gerak refleks, dimana saat tengkuk dicubit yang terkena cubitan itu merupakan bagian dari urat saraf yang mengatur mengecilnya pupil mata (efek dari sistem saraf parasimpatik).  Oleh karena itu pupil mata menjadi mengecil.

Pengamatan terhadap refleks konvergensi padsa dasarnya sama dengan pengamatan terhadap refleks fato-pupil, dimana saat melihat obyek yang jauh pupil menjadi mengecil dikarenakan berkontraksinya yang terletak sirkuler untuk mengecilkan pupil, sedangkan saat melihat obyek yang dekat pupil mata berubah membesar karena berkontraksinya serabut otot yang terletak radial untuk membesarkan pupil.

Pengamatan yang terakhir yaitu mengenai refleks menelan, dimana saat menelan ludah terasa tersendat-sendat sedangkan saat menelan air minum, air dapat secara lancar masuk ke dalam tenggorokan.  Hal ini terjadi karena air liur bersifat agak lengket seperti gel sehingga sangat sulit ditelan secara cepat.  Selain itu air liur harus terlebih dahulu diproduksi oleh kelenjar dalam rongga mulut sehingga sehingga membutuhkan waktu untuk menelannya secara cepat.  Sedangkan air minum bersifat cair sehingga mudah ditelan secara cepat.

Dengan beberapa jenis refleks di atas dapat dituliskan jalannya gerak refleks yaitu rangsangan              neuron sensori        sumsum tulang belakang        neuron motor              efektor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. PENUTUP

 

A. Simpulan

Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik simpulan bahwa terdapat tiga jenis refleks pada manusia, antara lain:

1.  Refleks tendon miotatik (refleks patella).

2.  Refleks superficialis atau refleks kornea.

3.  Refleks organik yang meliputi refleks fato-pupil, refleks akomodasi pupil,

     refleks ciliospinal, refleks konvergensi dan refleks menelan.

 

B. Saran

 

            Saran yang dapat saya ajukan yaitu agar dalam praktikum selanjutnya lebih ditingkatkan lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bevelander, Gerrit & Judith A. Ramaley. 1988. Dasar-Dasar Histologi. Ed ke-8 Terjemahan Wisnu Gunarso. Erlangga. Jakarta.

Dellmann, Dieter & Esther M. Brown. 1992. Buku Teks Histologi Veteriner. Ed ke-3. Terjemahan Hartono. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Subowo. 1992. Histologi Umum. Bumi Aksara. Jakarta.

Villee, Claude A., dkk. 1999. Zoologi Umum. Jilid I. Ed ke-6. Terjemahan Nawangsari sugiri. Erlangga. Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAPORAN FISIOLOGI HEWAN

”GERAK REFLEKS”

 

 

 

O  L  E  H

 

NAMA                                          ARMADI CHAIRUNNAS

STAMBUK                                   :  F1D1 08020

PROG.STUDI                               :  BIOLOGI

JURUSAN                                  :  BIOLOGI

KELOMPOK                                 :  III (TIGA)

ASISTEN PEMBIMBING                 :  AGUS RINAL

 

 

 

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

                                                     UNIVERSITAS HALUOLEO                      

KENDARI

2011

 

 

 

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2012 in Kumpulan Laporan Biologi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: