RSS

FISIOLOGI HEWAN: Pemetaan Kelenjar Keringat

09 Mei

I. PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

Kulit merupakan bagian besar yang menutupi permukaan tubuh. Lapisan dasarnya adalah epidermis meluas ke dalam korium untuk membentuk folikel-folikel rambut. Pada kulit pun merupakan organ yang sensitif terhadap sentuhan. Pada manusia, sentuhan halus dideteksi oleh reseptor yang terdapat dekat permukaan kulit. Acapkali terdapat folikel rambut, bahkan jika kulit disentuh tidak secara langsung, gerakan rambut dideteksi oleh reseptor.

Kelenjar kulit dibagi menjdi 2 bagian yaitu kelenjar keringat dan kelenjar sebaceosa. Kulit mengandung kelenjar-kelenjar keringat dan minyak. Di seluruh permukaan kulit terdapat kurang lebih dua setengah juta kelenjar keringat. Bagian yang kurang banyak mempunyai kelenjar keringat adalah telapak tangan, ujung jari, dan kulit muka. Kelenjar minyak lebih  banyak terdapat di kulit muka dan kepala. Minyak ini digunakan untuk menyerap atau meminyaki rambaut dan mencegah kekeringan kulit.

Kulit merupakan lapisan terluar tubuh kita. Setiap saat tidak henti-hentinya kulit menerima rangsangan mekanis dari luar tubuh. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila setiap hari ada jutaan sel kulit yang rusak dan yang harus diperbaharui.

 

 

B. Rumusan Masalah

      Rumusan masalah pada laporan kali ini adalah bagaimana menunjukkan keberadaan, aktivitas, dan distribusi kelenjar keringat pada kulit ?

C.  Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk menunjukkan keberadaan, aktivitas, dan distribusi kelenjar keringat pada kulit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II. TINJAUAN PUSTAKA

 

Pada suhu lingkunga tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar. Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi. Sebaliknya, saat suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktid dan pembuluh kapiler di kulit menyempit. Pada keadaan ini darah tidak membuang sisa metabolisme dan air, akibatnya penguapan sangat berkurang, sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotamulus. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kulit)

Kulit (integumen) terdiri atas lapisan luar yang disebut dermis. Lapisan luar belapis-lapis yaitu berupa stratum korneum yang mati dan selalu mengelupas lapisan stratum lusidum, lapisan stratum germinativum yang terus-menerus membentuk sel-sel baru ke arah luar. Di bawah lapisan ini berupa dermis yang mengandung akar rambut, kelenjar, pembuluh darah, dan saraf. Di bawah dermis terdapat lapisan lemak yang bertugas menghalang-halangi pengaruh suhu di luar tubuh (Pratingjo, 1985: 270).

Dekat akar rambut terdapat kelenjar minyak (glandula sebasea), yang menghasilkan minyak untuk mencegah kekeringan dan mengerutnya kulit rambut. Kelenjar keringat (glandula sudirifera) tersebar di kulit tubuh kita, bentuk sederhana seperti pembuluh panjang dari lapisan malpigi masuk ke bagian dermis. Pangkal kelenjar ini menggulung dan berhubungan dengan kapiler darah dan serabut saraf simpatik. Dari kapiler darah tersebut, kelenjar keringat akan menyerap air dengan larutan garam (terutama garam dapur) dan sedikit urea. Air beserta larutannya akan dikeluarkan melalui pembuluh ke permukaan kulit (Prawoto, 1994: 20).

Kelenjar keringat tersebar luas pada sebagian besar permukaan tubuh. Mereka merupakan kelenjar berbentuk tubula sederhana dengan bagian-bagian sekresi yang meluntir. Bagian-bagian ini dapat terletak dalam jaringan subkutaneus atau di bagian yang lebih dalam dari korium dan berada dalam satu baris dengan epitel kubis atau torak. Sitoplasmanya mengandung butiran-butiran atau tetesan-tetesan sekresi (Bevelander, 1988: 215).

Alat-alat ekskresi adalah struktur yang khas berbentuk tabung atau kantong yang disesuaikan untuk menjenuhkan limbah. Sebagian besar termasuk dalam satu atau dua tipe umum. Pada satu tipe, ujung dalam berakhir di dalam selom. Sedikit molekul yang disaring dari darah ke dalam cairan selom selanjutnya masuk ke dalam tubulus ekskresi. Disamping reabsorpsi selektif dapat juga terjadi sekresi limbah oleh dinding tubulus mengelilingi tubulus tersebut (Villee, 1999: 215).

 

 

 

 

III. METODE PRAKTIKUM

 

A.  Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 02 April 2011, pukul 13.00 WITA hingga selesai. Bertempat di Laboratorium Fisiologi FMIPA Unhalu, Kendari.

B.  Alat dan Bahan      

            Alat-alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Alat-alat  dan kegunaannya

No.

Nama Alat

Fungsi

1.

Selotip Sebagai perekat  kertas tissue yang berisi iodin.

2.

Pipet tetes Untuk mengambil larutan yang akan digunakan.

 

 

Tabel 2. Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

No.

Nama Bahan

Fungsi

1.

Iodin Sebagai indikator adanya kelenjar keringat pada bagian tubuh yang direkatkan tissue yang mengandung iodin.

2.

Kertas tissue Untuk menandai adanya kelenjar keringat pada bagian tubuh tertentu.

C.  Prosedur Kerja

1. Membersihkan  areal 5 cm2 pada kening, leher dan lengan dengan menggunakan alkohol, lalu membiarkan mengering, selanjutnya mengolesi bagian tersebut dengan iodin. Kemudian memilih daerah yang tidak berambut.

2.   Mengambil potongan tissue yang telah disiapkan, menempelkan ke bagian yang diwarnai selama lebih kurang 2 menit, juga agar tidak bergeser  dengan merekatkannya menggunakan selotip.

3.   Mengangkat kertas tissue dan menghitung bintik biru yang terbentuk, sebuah titik menunjukkan 1 muara kelenjar keringat yang aktif, besar kecilnya bintik tergantung pada jumlah presipitasi yang diekskresikan oleh kelenjar keringat. Jumlahnya per satuan luas menunjukkan jumlah kelenjar keringat yang aktif dalam luasan tersebut.

4.   Mengulangi pengamatan dengan perlakuan yang berbeda, misalnya lari di tempat dan lari mengelilingi ruangan.

 

 

 

 

 

 

 

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A. Hasil Pengamatan

 

 

 

Nama

 

 

JK

 

Jumlah Bintik Keringat

 

Lari Keliling

 

Diam di Tempat

Lari di Tempat

 

Dahi

Leher

Lengan

Dahi Leher Lengan Dahi Leher Lengan  
Darson

L

3

-

4

7

4

9

-

-

-

 
Marda

P

13

10

16

3

19

-

20

4

11

 
   

B. Pembahasan

Ada sekitar tiga juta kelenjar keringat di tubuh manusia dengan konsentrasi tertinggi kelenjar keringat ini adalah di telapak tangan. Rata-rata, setiap orang mengeluarkan sekitar 0,7 hingga 1,5 liter per jam. Seseorang yang aktif berkeringat sekitar 1,5 hingga 1,8 per jam. Sementara itu, atlet triatlon dapat memproduksi hingga empat liter keringat dalam satu jam. Artinya, produksi keringat kita tergantung pada ukuran, kebugaran fisik, dan tingkat hidrasi seseorang. 

Menurut ahli fisiologi dari University of Guelph di Kanada, Lawrence Spriet, setelah kehilangan tiga hingga lima persen berat tubuh, barulah proses berkeringat mulai melambat. Sementara itu, ahli fisiologi lingkungan dan olahraga, Lawrence Armstrong, menyatakan tubuh manusia terus berkeringat meskipun terjadi dehidrasi. “Selama hipotalamus mengirim pesan saraf ke kelenjar keringat, manusia akan tetap berkeringat. Malahan, jika keringat berhenti maka sesuatu yang salah,” kata Armstrong. 

Jika suhu tubuh kita di atas 40 derajat Celcius, tubuh kita mulai kepanasan. Saat ini terjadi, membran jaringan kehilangan integritas dan terjadi kebocoran, kata Armstrong. Dalam kondisi seperti ini, usus dapat melepaskan bakteri ke dalam aliran darah. Akibatnya tubuh terkena syok dan kemungkinan akan pingsan atau koma.

Di beberapa  daerah tubuh, seperti aksila, areola mamal, dan daerah sirkumanal, kelenjar keringat lebih besar dari pada yang bertempat dalam telapak tangan dan lain-lain daerah. Kelenjar-kelenjar ini dari jenis apokrin, yang memproduksi sekresi yang lebih pekat daripada keringat yang terbuat oleh kelenjar yang lebih kecil (merokrin). Juga termasuk kelenjar seruminous pensekresi lilin, terletak dalam saluran telinga luar dan tepi kelopak mata. Sekresi kelenjar-kelenjar itu dibawa tepi bawah epidermis, di mana ia masuk ke dalam saluran berpilin melalui jaringan-jaringan untuk muncul keluar di permukaan melalui pori-pori yang kecil sekali.

            Dari hasil pengamatan pada praktikum ini dapat kita lihat hasil bahwa pemetaan kelenjar keringat pada pria lebih sedikit dibandingkan dengan wanita. Padahal seharusnya yang memiliki pemetaan kelenjar keringat yang lebih banyak ialah pria sebab pria lebih aktif bergerak dibandingkan dengan wanita. Kemungkinan yang menyebabkan kesalahan pada praktikum ini ialah penempelan kapas yang sebelumnya telah dibasahi larutan iodin tidak pada tempat dan kondisi yang tepat. Jadi ada sebagian kelenjar keringat yang belum mensekresikan air keringatnya pada waktu penempelan sehingga tidak terdeteksi oleh larutan iodin. Selain itu hal ini juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti genetis dimana orang tersebut sulit sekali mensekresikan keringatnya walaupun sudah berolahraga keras, atau bisa pula disebabkan oleh kurangnya konsumsi air dan mineral dari orang tersebut sehingga kurangnya cairan dalam tubuh orang tersebut (dehidrasi). Akibatnya hanya sedikit pula keringat yang disekresikannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik simpulan bahwa kelenjar keringat banyak terdapat di seluruh tubuh manusia dan merupakan salah satu kelenjar sekresi terbesar yang terdapat pada kulit. Dari hasil pengamatan, kelenjar keringat lebih banyak ditemukan pada wanita dikarenakan adanya kesalahan dalam melaksanakan praktikum.

 

B. Saran

      Saran saya pada praktikum ini adalah agar praktium selanjutnya lebih seru, gokil dan menyenangkan lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bevelander, Gerrit & Judith A. Ramaley. 1988. Dasar-Dasar Histologi. Ed ke-8 Terjemahan Wisnu Gunarso. Erlangga. Jakarta.

 

Villee, Claude A., dkk. 1999. Zoologi Umum. Jilid I. Ed ke-6. Terjemahan Nawangsari sugiri. Erlangga. Jakarta.

 

Pratignjo. 1985. Bioloi 2. Depdikbud. Jakarta.

 

Prawoto, 1994. Biologi. Depdikbud. Jakarta.

 

 http://id.wikipedia.org/wiki/Kulit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

PEMETAAN KELENJAR KERINGAT

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH :

NAMA                             : ARMADI CHAIRUNNAS

NO. STAMBUK                         : F1 D1 08 020

PROGRAM STUDI       : BIOLOGI

JURUSAN                       : BIOLOGI

KELOMPOK                  : III (TIGA)

 

 

 

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALUOLEO

KENDARI

2011

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2012 in Kumpulan Laporan Biologi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: